Sabtu, 07 April 2012

MAKALAH TELAAH PAI


KATA PENGANTAR


            Dengan rahmat Allah , kami diberikan kesempatan untuk menyelasekan tugas telaah PAI, yang menjadi tugas kelompok pada semester VII di institut Islam Nahdlatul Ulama ( INISNU ) Jepara.
Terimaksih kepada semua kawan-kawan yang telah memberikan kritik yang membengun, hingga terlaksananya pengeditan pada makalah yang terdahulu. Sampai terbitlah makalah ini.terimaksih pula saya ucapkan kepada Drs. Akhirin Ali . MA,g. Yang telah memberikan banyak bimbingan dan kritik yang membangun.
Kami sadar bahwa makalah ini banyak kurang dan jauh dari kesempurnaan, saran dan kritik yang konstruktif kami harapkan guna berbaikan pada tugas – tugas makalah yang lain. Kami ucapkaqn terimakasih kepada bapak Drs. Akhirin Ali . MA,g. Selaku dosen pengampu mata kuliah talaah PAI yang menghantarkan kami pada pemahaman yang  sama sekali baru yang menambah khasanah pengetahuan kami pada bidang mata kuliah yang bagi kami sangat menarik.
Harpan penyusun makalah yang sederhana ini dapat bermanfaat dan dapat memberikan kontribusi yang baik terhadap mahasiswa yang pada ahirnya akan menjadi seorang guru, dan diharapkan mampu mengambil nilai positif yang terkandung di dalam makalah ini.
Penyusun mengucapkan banyak terimakasih atas perhatianya.


Jepara, 02 desember, 2011
Penyusun

BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG


Di dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dinyatakan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mencapai tujuan tersebut, salah satu bidang studi yang harus dipelajari oleh peserta didik di madrasah adalah pendidikan agama Islam, yang dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia.
Pendidikan Agama Islam di Madrasah Aliyah terdiri atas empat mata pelajaran,  yaitu: Al-Qur'an-Hadis, Akidah-Akhlak, Fikih, dan Sejarah Kebudayaan Islam. Masing-masing mata pelajaran tersebut pada dasarnya saling terkait, isi mengisi dan melengkapi. Al-Qur'an-Hadis merupakan sumber utama ajaran Islam, dalam arti ia merupakan sumber akidah-akhlak, syari’ah/fikih (ibadah, muamalah), sehingga kajiannya berada di setiap unsur tersebut. Akidah (Usuluddin) atau keimanan merupakan akar atau pokok agama. Syariah/fikih (ibadah, muamalah) dan akhlak berti­tik tolak dari akidah, yakni sebagai manifestasi dan konsekuensi dari akidah (keimanan dan keyakinan hidup). Syari’ah/fikih merupakan sistem norma (aturan) yang mengatur hubungan manusia dengan Allah, sesama manusia dan dengan makhluk lainnya. Akhlak merupakan aspek sikap hidup atau kepribadian hidup manusia, dalam arti bagaimana sistem norma yang mengatur hubungan manusia dengan Allah (ibadah dalam arti khas) dan hubungan manusia dengan manusia dan lainnya (muamalah) itu menjadi sikap hidup dan kepribadian hidup manusia dalam menjalankan sistem kehidupannya (politik, ekonomi, sosial, pendidikan, kekeluargaan, Kebudayaan/seni, iptek, olahraga/kesehatan, dan lain-lain) yang dilandasi oleh akidah yang kokoh. Sejarah Kebudayaan Islam merupakan perkembangan perjalanan hidup manusia muslim dari masa ke masa dalam usaha bersyariah (beribadah dan bermuamalah) dan berakhlak serta dalam mengembangkan sistem kehidu­pannya yang dilandasi oleh akidah.
Pendidikan Agama Islam (PAI) di Madrasah Aliyah yang terdiri atas empat mata pelajaran tersebut memiliki karakteristik sendiri-sendiri. Al-Qur'an-Hadis, menekankan pada kemampuan baca tulis yang baik dan benar, memahami makna secara tekstual dan kontekstual, serta mengamalkan kandungannya dalam kehidupan sehari-hari. Aspek akidah menekankan pada kemampuan memahami dan mempertahankan keyakinan/keimanan yang benar serta menghayati dan mengamalkan nilai-nilai al-asma’ al-husna. Aspek Akhlak menekankan pada pembiasaan untuk melaksanakan akhlak terpuji dan menjauhi akhlak tercela dalam kehidupan sehari-hari. Aspek fikih menekankan pada kemampuan cara melaksanakan ibadah dan muamalah yang benar dan baik. Aspek sejarah Kebudayaan Islam menekankan pada kemampuan mengambil ibrah dari peristiwa-peristiwa bersejarah (Islam), meneladani tokoh-tokoh berprestasi, dan mengaitkannya dengan fenomena sosial, budaya, politik, ekonomi, iptek dan seni, dan lain-lain untuk mengembangkan Kebudayaan dan peradaban Islam.
Penyusunan Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) mata pelajaran Akidah-Akhlak di Madrasah Aliyah ini dilakukan dengan cara mempertimbangkan dan me-review  Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi (SI) untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, mata pelajaran Pendidikan Agama Islam aspek keimanan/akidah dan akhlak untuk SMA/MA, serta memperhatikan Surat Edaran Dirjen Pendidikan Islam Nomor: DJ.II.1/PP.00/ED/681/2006 , tanggal 1 Agustus 2006, tentang Pelaksanaan Standar Isi, yang intinya bahwa Madrasah dapat meningkatkan kompetensi lulusan dan mengembangkan kurikulum dengan standar yang lebih tinggi.         
B.     TUJUAN
1.      Akhlak
Mata pelajaran Akhlak di Madrasah Aliyah Program Keagamaan bertujuan untuk:
a.       Mewujudkan manusia Indonesia yang berakhlak mulia dan menghindari akhlak tercela dalam kehidupan sehari-hari  baik dalam kehidupan individu maupun sosial.
b.       Meningkatkan kemampuan pemahaman, penghayatan, dan pengamalan peserta didik tentang tasawuf sehingga menjadi muslim yang penuh tanggung jawab dan bijaksana dalam kehidupan pribadi, masyarakat, berbangsa, dan bernegara.
C.    RUANG LINGKUP
1.      Akidah Akhlak
Ruang lingkup mata pelajaran Akhlak di Madrasah Aliyah meliputi:
Aspek akhlak terdiri atas: akidah, tauhid, syirik, dan masalah akhlak yang meliputi pengertian akhlak, induk-induk akhlak terpuji dan tercela, metode peningkatan kualitas akhlak; macam-macam akhlak terpuji seperti husnuzhan, taubat, akhlak dalam berpakaian, berhias, perjalanan, bertamu dan menerima tamu, adil, rida, amal salih, persatuan dan kerukunan, akhlak terpuji dalam pergaulan remaja; serta pengenalan tentang tasawuf.  Ruang lingkup akhlak tercela meliputi: riya, aniaya dan diskriminasi, perbuatan dosa besar ( seperti mabuk-mabukan, berjudi, zina, mencuri, mengkonsumsi narkoba ), ishraf,  tabdzir, dan fitnah.
BAB II
STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR
AKIDAH AHLAK

            Standar kompetensi ( SK ) dan kompetensi dasar ( KD ) yang mengacu pada PERMENAG ( perauran menteri Agama ) RI No. 2. tahun 2008.
1.       Kelas X, Semester 1
STANDAR KOMPETENSI
KOMPETENSI DASAR

1.        Memahami prinsip-prinsip dan metode peningkatan kualitas akidah
1.1     Menjelaskan prinsip-prinsip akidah
1.2     Menjelaskan metode-metode peningkatan kualitas akidah
1.3     Menerapkan prinsip-prinsip akidah dalam kehidupan 
1.4     Menerapkan metode-metode peningkatan kualitas akidah dalam kehidupan  

2.        Memahami Tauhiid
2.1     Menjelaskan pengertian tauhiid dan istilah-istilah lainnya
2.2     Menjelaskan macam-macam tauhiid (uluuhiyah, rubuubiyah, mulkiyah, rahmaniyah dan lain-lain.
2.3     Menunjukkan perilaku orang yang ber-tauhiid 
2.4     Menerapkan perilaku ber-tauhiid dalam kehidupan sehari-hari

3.        Memahami syirik dalam Islam
3.1     Menjelaskan pengertian syirik
3.2     Mengidentifikasi macam-macam syirik
3.3     Menunjukkan perilaku orang yang berbuat syirik
3.4     Menjelaskan akibat perbuatan syirik
3.5     Membiasakan diri menghindari hal-hal yang mengarah kepada perbuatan syirik dalam kehidupan sehari-hari

4.        Memahami masalah akhlak dan metode peningkatan kualitas akhlak
4.1     Menjelaskan pengertian akhlak
4.2     Menjelaskan induk-induk akhlak terpuji dan induk-induk akhlak tercela  
4.3     Menjelaskan macam-macam metode peningkatan kualitas akhlak
4.4     Menerapkan metode-metode peningkatan kualitas akhlak dalam kehidupan  



2. Kelas X, Semester 2

STANDAR KOMPETENSI
KOMPETENSI DASAR

1. Meningkatkan keimanan kepada Allah melalui sifat-sifatnya dalam al-asma' al husna
1.1  Menguraikan 10 al-asma' al husna (al-Muqsith, al-Waarits, an-Naafi’, al-Baasith, al-Hafiidz, al-Walii, al-Waduud, ar-Raafi’, al-Mu’iz dan al-Afuww)
1.2  Menunjukkan bukti kebenaran tanda-tanda kebesaran melalui sifat Allah dalam 10 Asmaul Husna (al-Muqsith, al-Waarits, an-Naafi’, al-Baasith, al-Hafiidz, al-Walii, al-Waduud, ar-Raafi’, al-Mu’iz dan al-Afuww)
1.3  Menunjukkan perilaku orang yang mengamalkan 10 al-asma' al husna (al-‘Aziiz, al-Ghafuur, al-Baasith, an-Naafi’, ar-Ra’uf, al-Barr, al-Ghaffaar, al-Fattaah, al-‘Adl, al-Qayyuum) dalam kehidupan sehari-hari
1.4  Meneladani sifat-sifat Allah yang terkandung dalam 10 al-asma' al husna (al-Muqsith, al-Waarits, an-Naafi’, al-Baasith, al-Hafiidz, al-Walii, al-Waduud, ar-Raafi’, al-Mu’iz dan al-Afuww) dalam kehidupan sehari-hari

2        Membiasakan perilaku terpuji
2.1  Menjelaskan pengertian dan pentingnya husnuzh-zhan dan bertaubat
2.2  Mengidentifikasi bentuk dan contoh-contoh perilaku husnuzh-zhan dan bertaubat
2.3  Menunjukkan nilai-nilai positif dari husnuzh-zhan dan bertaubat dalam fenomena kehidupan
2.4  Membiasakan perilaku husnuzh-zhan dan bertaubat

3        Menghindari perilaku tercela
3.1  Menjelaskan pengertian riya, aniaya dan diskriminasi
3.2  Mengidentifikasi bentuk dan contoh-contoh perbuatan riya, aniaya dan diskriminasi
3.3  Menunjukkan nilai-nilai negatif akibat perbuatan riya, aniaya, dan diskriminasi
3.4  Membiasakan diri menghindari hal-hal yang mengarah pada perilaku riya, aniaya, dan diskriminasi







3. Kelas XI, Semester 1
STANDAR KOMPETENSI
KOMPETENSI DASAR
1.      Memahami ilmu kalam
1.1         Menjelaskan pengertian dan fungsi ilmu kalam
1.2         Menjelaskan hubungan ilmu kalam dengan ilmu lainnya.
1.3         Menerapkan ilmu kalam dalam mempertahankan akidah
2.      Memahami aliran-aliran ilmu kalam dan tokoh-tokohnya.
2.1        Menjelaskan aliran-aliran ilmu kalam, tokoh-tokoh dan pandangan-pandangannya (Khawarij, Murji`ah, Syi`ah, Jabariyah, Qadariyah, Asy’ariyah, Al-Maturidiyah, Mu`tazilah, dan lain-lain seperti teologi transformatif dan teologi pembebasan)
2.2        Menganalisis perbedaan antara aliran ilmu kalam yang satu dengan lainnya.
2.3        Menunjukkan contoh-contoh perilaku orang yang beraliran tertentu dalam ilmu kalam.
2.4        Menghargai terhadap aliran-aliran yang berbeda dalam kehidupan bermasyarakat
3.      Membiasakan perilaku terpuji
3.1         Menjelaskan pengertian dan pentingnya akhlak berpakaian, berhias, perjalanan, bertamu dan menerima tamu
3.2         Mengidentifikasi bentuk akhlak berpakaian, berhias, perjalanan, bertamu dan menerima tamu
3.3         Menunjukkan nilai-nilai positif dari akhlak berpakaian, berhias, perjalanan, bertamu dan menerima tamu dalam fenomena kehidupan
3.4         Membiasakan akhlak berpakaian, berhias, perjalanan, bertamu dan menerima tamu
4.      Menghindari perilaku tercela
4.1        Menjelaskan pengertian dosa besar (mabuk-mabukan, berjudi, zina, mencuri, mengkonsumsi narkoba)
4.2        Mengidentifikasi bentuk dan contoh-contoh dosa besar (mabuk-mabukan, berjudi, zina, mencuri, mengkonsumsi narkoba)
4.3        Menunjukkan nilai-nilai negatif akibat perbuatan dosa besar (mabuk-mabukan, berjudi, zina, mencuri, mengkonsumsi narkoba)
4.4        Membiasakan diri untuk menghindari perilaku dosa besar (mabuk-mabukan, berjudi, zina, mencuri, mengkonsumsi narkoba)

5.      Kelas XI, Semester
STANDAR KOMPETENSI
KOMPETENSI DASAR
1. Memahami tasawuf
1.1   Menjelaskan pengertian, asal usul, dan  istilah-istilah dalam tasawuf
1.2   Menjelaskan fungsi dan peranan tasawuf dalam kehidupan modern
1.3   Menunjukkan contoh-contoh perilaku bertasawuf
1.4   Menerapkan tasawuf dalam kehidupan modern
2. Membiasakan perilaku terpuji
2.1   Menjelaskan pengertian dan pentingnya adil, rida, amal salih, persatuan dan kerukunan
2.1  Mengidentifikasi perilaku orang yang berbuat adil, rida, amal salih, persatuan dan kerukunan
2.3   Menunjukkan nilai-nilai positif dari adil, rida, amal salih, persatuan dan kerukunan dalam fenomena kehidupan
2.4   Membiasakan perilaku adil, rida, amal salih, persatuan, dan kerukunan dalam kehidupan sehari-hari
3     Ahlak dalam pergulan remaja
3.1  Menjelaskan pengertian dan pentingnya akhlak terpuji dalam pergaulan remaja
3.2  Mengidentifikasi bentuk dan contoh-contoh perilaku akhlak terpuji dalam pergaulan remaja
3.3  Menunjukkan nilai negatif akibat perilaku pergaulan remaja yang tidak sesuai dengan akhlak Islam dalam fenomena kehidupan
3.3  Menerapkan akhlak terpuji dalam pergaulan remaja dalam kehidupan sehari-hari.
4     Menghindari perilaku tercela
4.1  Menjelaskan pengertian israaf, tabdziir, dan fitnah
4.2  Mengidentifikasi bentuk dan contoh-contoh perbuatan israaf, tabdziir, dan fitnah
4.3  Menunjukkan nilai-nilai negatif akibat perbuatan israaf, tabdziir, dan fitnah
4.4 Membiasakan diri untuk menghindari perilaku israaf, tabdziir, dan fitnah






BAB III
URAIAN TENTANG MATERI AKIDAH AHLAK


1.    Kelas X, Semester 1
1.a. Memahami prinsip-prinsip dan metode peningkatan kualitas akidah.
Akidah Berasal Dari Bahasa Arab عقد ة   -  يعقد  -  عقد  yang berarti simpul, ikatan , atau perjanjian. Relevansi akidan adalah keyakinan yang tersimpul kukuh didsalam hati, bersifat mengikat dan mengandung perjanjian.
Akidah merupakan landasan oarang muslim maka sangat penting untuk mengetahui dan mempelajari hal-hal yang bisa untuk meningkatkan akidah kepada agama Islam, Diantaranya yang perlu dipelajari dan setelah mempelajari siswa dapat menjelaskan pengertian akidah, Menjelaskan prinsip-prinsip akidah, menjelaskan ruang lingkup akidah, Menjelaskan metode-metode peningkatan kualitas akidah, Menerapkan metode-metode peningkatan kualitas akidah dalam kehidupan, Menerapkan prinsip-prinsip akidah dalam kehidupan.
Setiap manusia memilikin fitrah mengakui kebenaran. Misalnya indra untuk mencari kebenaran, akal untuk menguji kebenaran, dan wahyu untuk menjadi pedoman dalam menentukan yang baik dan buruk.
a.      Prinsip-prinsip akidah
Sedangkan prinsip-prinsip akidah Islam mengajarkan wajib menyambah kepada Allah SWT. Didalam Al Quran pun dijelaskan secara gambalang, sesuai firman Allah sebagai berikut :
ö@è% Ÿ@÷dr'¯»tƒ É=»tGÅ3ø9$# (#öqs9$yès? 4n<Î) 7pyJÎ=Ÿ2 ¥ä!#uqy $uZoY÷t/ ö/ä3uZ÷t/ur žwr& yç7÷ètR žwÎ) ©!$# Ÿwur x8ÎŽô³èS ¾ÏmÎ/ $\«øx© Ÿwur xÏ­Gtƒ $uZàÒ÷èt/ $³Ò÷èt/ $\/$t/ör& `ÏiB Èbrߊ «!$# 4 bÎ*sù (#öq©9uqs? (#qä9qà)sù (#rßygô©$# $¯Rr'Î/ šcqßJÎ=ó¡ãB
Artinya : Katakanlah: "Hai ahli Kitab, Marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara Kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain Allah". jika mereka berpaling Maka Katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah, bahwa Kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)".
Ayat ini menegaskan dalam beribadah Islam mengajarkan peribadatan hanya kepada Allah semata.dan menunjukan kemurnian dan mengesakan Allah.
Hakikat ibadah adalah menundukan jiwa dan raga kepada Allah dengan perasaan dan perbuatan yang ada hubunganya dengan sesama manusia atau dengan alam sekitarnya.
b.      Ruang lingkup akidah
Hasan al banna mengatakan ruang lingkup pembahasan akidah islam meliputi illahiyah, nubuwah, ruhaniyah, dan sam’iyah.
Illahiyah yaitu pembahasan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan Allah, seperti wujud, nama-nama, sifat-sifat, dan perbuatan Allah.
Nubuwah yaitu pembahasan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan nabi dan rosul, termasduk pembicaraan mengenai kitab-kitab Allah, mukjizat, dan keramat.
Ruhaniyah yaitu pembahasan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan alam metafisik, seperti malaikat, jin, iblis, setan dan roh.
Samiyah yaitu pembahasan tentang segala sesuatu yang hanya bisa diketahuai lewat sama’i. Maksudnya melalui dalil dalil naqli yang berupa Al quran dan sunnah, seperti alam barzah, akhirat, azab kubur, tanda-tanda kiamat, surga dan neraka.
c.       Metode peningkatan akidah
Kemantapan iman seseorang dapat diperoleh dengan menanamkan kalimat tauhid lailaha illallah ( tiada tuhan selain Allah) tiada yang dapat menolong , memberi nikmat, kecuali Allah. Iman yang subur dan sehat menghilangkan sifat dengki dan cemburu.


1.b. Memahami Tauhiid.
Tauhid sebagai pengetahuan kesaksian, keyakinan, dan keimanan terhadap keesaan Allah dengan segala sifat kesempurnaan-Nya.berdasarkan Al quran keesaan Allah meliputi keesaantiga hal yaitu : esa dzat-Nya, tidak ada tuhan lebih dari satu dan tidak ada sekutu baginya. Allah esa dalam sifat-Nya, Allah esa dalam perbuatan-Nya, Allah esa dalam wujud-Nya, Allah esa dalam menerima ibadah ( maksudnya hanya Allah yang patut kita sembah), Allah esa dalam menerima hajat dab hasrat manusia, Allah esa dalam memeberi hukum. Allah adalah pemberi hukum yang tertinggi.
a.      Macam macam tauhid
1.      Tauhid Rububiyah mempunyai banyak arti antara lain, menumbuhkan, mengembangkan, mendidik, memelihara memperbaiaki, menanggung, mengumpulkan mempersiapkan, memimpin, mengepalai, dan menyelesaikan. Dalam kaitanya dengan tauhid rububiyah dapat dijelaskan bahwa kata rububiyah berasal dari kata rabb yaitu zat yang menghidupkan dan mematikan.
2.      Tauhid Mulkiyah Tauhid  mulkiyah secara bahasa berarti sebuah pandangan yang meyakini bahwa Allah  sebagi satu satunya zat yang menguasai alam semersta ini dengan hak penuh penetapan peraturan atas kehidupan.
3.      Tauhid Uluhiyah Sesungguhnya tauhid  mengejawantahkan dari sikap kepasrahan dan penghambaan yang paripurna hanya kepada Allah.
b.      Urgensi mengenal Allah
Mengenal Allah ( ma’rifatullah ) sebagai kebutuhan mendasar bagi orang yang beriman karenna mengenal Allah dapat melahirkan nilai tambah bagi pelakunya diantaranya sebagai berikut: istiqomah dijalan Allah, setabil dan optimis, berani dan tidak pengecut, hidup penuh berkah, ikhlas beramal, tidak mudah putus asa.
c.       Nilai positif tauhid
Tauhid merupakan jalinan spiritual seorang hamba dengan khaliknya.dimana saja dan kapan saja.seorang hamba akan merasa dekat dengan Allah, seakan akan Allah berada disisinya.
1.c. Memahami syirik dalam Islam.
Syirik artinya menjadi sekutu bagi-Nya dengan hal itu bagian yang besar atau dalan zat atau sifat.
a.      Klasifikasi syirik
1.      Syirik besar
2.      Syirik kecil
b.      Macam macam syirik
1.      Syirkul ‘ilm yaitu mengagungkan ilmu pengetahuan sebagai maha segalanya, mereka tidak mempercayai wahyu yang diturunkan Allah.
2.      Syirkul tasaruf yaitu melakukan sesuatu yang secara tidak sadar perbuatan tersebut menyekutukan Allah.
3.      Syirkul ibadah yaitu syirik yang menuhankan pikiran, ide ide atau fantasi.
4.      Syirkul ‘addah yaitu kepercayaan terhadap tahayul.
c.       Akibat negatif perbuatan syirik
1.      Tidak dapat menerima kebenaran.
2.      Selalu dalam keadaan bimbang dan ragu.
3.      Kesenagan yang diperoleh bersifat sementara.
4.      Harta yang dinafkahkan akan sia sia.
5.      Nilai orang orang kafir adalah seburuk buruk mahluk.
6.      Menjadi musuh Allah.
7.      Mendapat siksa dineraka.
d.      Hikmah menghindari perbuatan syirik
1.      Menjadikan manusia memiliki pandangan yang luas.
2.      Mengangkat manusia kederajat yang paling tinggi.
3.      Mengalirkan rasa kesederhanaan.
4.      Membuat manusia menjadi suci dan benar.
5.      Memunculkan kepercayaan yang teguh dan benar.
6.      Tidak mudah putus asa.
7.      Menumbuhkan keberanian dalam diri manusia.
8.      Mengembangkan sikap cinta damai dan keadilan.
9.      Menjdi taat dan patuh kepada hukum Allah.
1.d. Memahami masalah akhlak dan metode peningkatan kualitas akhlak.
Sebagai bentuk implementasi ajaran islam yang di laksanakan dalam kehidupan sehari-hari itulah ahlak, dan ahlak perlu untuk selalu ditingkatkan.ahlak merupakan ajaran pokok agama islam. Rosulullah pernah mendevinisikan agama islam dengan ahlak yang baik. Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa seorang laki laki bertanya kepada rosulullah , “ Ya Rosulullah, apakah agama itu “ Beliau menjawab,  “Agama adalah Ahlak yang baik.”

2.    Kelas X, Semester 2
2.a. Meningkatkan keimanan kepada Allah melalui sifat-sifatnya dalam al-asma' al husna.
Asmaul husna diartikan sebagai nama-nama Allah yang agung yang dapat dipedomani setiap orang beriman dalam mengemban misinya sebagai hamba dan khalifah fil ardi.
 Menjelaskan pengertian Asmaul Husna, Menguraikan 10 al-asma' al husna (al-Muqsith, al-Waarits, an-Naafi’, al-Baasith, al-Hafiidz, al-Walii, al-Waduud, ar-Raafi’, al-Mu’iz dan al-Afuww), Menunjukkan bukti kebenaran tanda-tanda kebesaran melalui sifat Allah dalam 10 Asmaul Husna (al-Muqsith, al-Waarits, an-Naafi’, al-Baasith, al-Hafiidz, al-Walii, al-Waduud, ar-Raafi’, al-Mu’iz dan al-Afuww), Menunjukkan perilaku orang yang mengamalkan 10 al-asma' al husna (al-‘Aziiz, al-Ghafuur, al-Baasith, an-Naafi’, ar-Ra’uf, al-Barr, al-Ghaffaar, al-Fattaah, al-‘Adl, al-Qayyuum) dalam kehidupan sehari-hari , Meneladani sifat-sifat Allah yang terkandung dalam 10 al-asma' al husna (al-Muqsith, al-Waarits, an-Naafi’, al-Baasith, al-Hafiidz, al-Walii, al-Waduud, ar-Raafi’,al-Mu’iz dan al-Afuww) dalam kehidupan sehari-hari.

a.       Al Muqsit ( Allah yang maha mengadili ).
b.      Al Waris ( Allah yang maha mewarisi ).
c.       An Nafi’ ( Allah yang maha memberi manfaat ).
d.      Al Basit (Allah yang maha melapangkan rejeki ).
e.       Al Hafiz (Allah yang maha menjaga ).
f.       Al Waliyy (Allah yang maha melindungi ).
g.      Al wadud (Allah yang maha pengasih ).

0 komentar:

Poskan Komentar